Penempatan Dosen Menentukan Kualitas Lulusan
Dari pengamatan saya pada beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia ternyata penempatan Dosen pada Jadwal Perkuliahan sangat menentukan kualitas lulusan Perguruan Tinggi tersebut. Disadari atau tidak hal ini perlu untuk mendapatkan perhatian dari Rektorat dan Senat Perguruan Tinggi serta Yayasannya.
Suatu kebiasaan di Indonesia bahwa yang namanya Guru Besar biasanya dalam Penjadwalan Perkuliahan ditempatkan dalam materi-materi pertengahan hingga akhir. Sementara materi-materi awal ini diserahkan kepada Dosen yang bisa dikatakan pengalamannya masih kalah dibandingkan dengan Guru Besar (saya tidak memakai kata Dosen Junior karena rasanya kurang enak di hati).
Menurut pendapat pribadi saya alangkah lebih baiknya bila para Guru Besar ini ditempatkan pada awal-awal perkuliahan karena disinilah pembentukan dasar seorang Mahasiswa. Mahasiswa yang digembleng oleh orang yang tepat pada awalnya sehingga memiliki dasar yang bagus, kuat dan kokoh tentunya akan lebih berkualitas dibandingkan yang lainnya (sekali lagi menurut pendapat saya). Sementara materi pertengahan bisa diserahkan kepada Dosen lainnya. Karena ibarat Petinju, bila seorang Petinju itu sudah matang maka berikutnya yang diperlukan adalah Sparing. Dan pada saat materi akhir para Guru Besar ini kembali dikaryakan untuk memberikan materi penutup sehingga kemampuan Mahasiswa tersebut semakin tajam dan berkualitas.
Dengan sistem seperti ini saya yakin Perguruan Tinggi di Indonesia mampu mencetak lulusan yang berkualitas. Lulusan yang tidak bermental karyawan, tapi bermental wirausaha.
Belum ada komentar.
Lahir di kota kecil tapi terkenal ke seluruh dunia merupakan kebanggaan tersendiri buat saya. Tiga presiden RI berkaitan dengan kota ini. Mulai dari Presiden Pertama RI Bpk. Soekarno, kemudian Ibu Megawati hingga Bpk. SBY memiliki ikatan kasih dengannya. Blitar, kota kecil di Jawa Timur menjadi saksi hari pertama saya menghirup udara dunia.


