Cinta yang Kuat dan Belenggu Cinta yang Lemah
Cinta…kata yang sudah menjadi bagian hidup manusia
Cinta kepada Tuhan
Cinta kepada Orang Tua
Cinta kepada Sesama Manusia
dan
Cinta Kepada Lawan Jenis…
Bunga hidup, parfum dunia dan nafas bagi hati yang merindu. Mampu sembuhkan luka dan kembali mengoyaknya. Cinta adalah sesuatu yang luar biasa yang mampu membuat manusia bersedia dengan suka rela dibelenggu. Tak mampu jauh, ingin selalu bersama dan ingin memanjakan adalah hal yang alami yang muncul dari hati yang tulus.
Mampukah belenggu cinta itu merantai antara dua insan untuk selamanya? Mampukah belenggu cinta melawan hantaman martil, air hujan dan terik mentari? Tidak ada yang bisa berani memberikan jawaban pasti. Karena manusia adalah manusia, manusia adalah makhluk yang haus akan cinta.
Ketika ikrar cinta telah terucap bahwa hanya dia yang ada di hati, sungguh indah. Tapi tak banyak manusia yang mampu bertahan. Ketika cinta lain yang indah datang menyeruak maka banyak belenggu cinta yang tak mampu bertahan. Jangankan di kalangan rakyat biasa, artis, aparat pemerintah, pejabat hingga ahli agama pun banyak yang tumbang.
Cinta adalah sesuatu yang sangat kuat tapi belenggu cinta adalah sesuatu yang rapuh. Ketika dua insan mampu bertahan bersama untuk mempertahankannya itu sungguh sesuatu yang indah.
Lahir di kota kecil tapi terkenal ke seluruh dunia merupakan kebanggaan tersendiri buat saya. Tiga presiden RI berkaitan dengan kota ini. Mulai dari Presiden Pertama RI Bpk. Soekarno, kemudian Ibu Megawati hingga Bpk. SBY memiliki ikatan kasih dengannya. Blitar, kota kecil di Jawa Timur menjadi saksi hari pertama saya menghirup udara dunia.



Cinta yang sebenarnya adalah cinta pada Tuhan dan pada orang tua
Jawaban :
Setuju karena cinta yang dua ini adalah cinta yang abadi.
Cinta dia datang tak peduli pada siapa ia mau,dimana tumbuh dan untuk siapa ia hadir.Cuma ada luka bila ia harus pergi tinggalkan semua yang telah ia singgahi.Ya Begitulah Cinta Deritanya Tiada Akhir…. HEHEHEH
Jawaban :
Memang benar kata Cu Pat Kay…Cinta deritanya tiada akhir… Tapi enaknya juga LUAR BIASA…