Semarang ikuti Jakarta, KAWASAN BEBAS ASAP ROKOK
Setelah Jakarta mencanangkan Kawasan Bebas Asap Rokok dibeberapa daerah dan fasilitas umum maka saat ini Semarang siap mengikutinya. Seperti yang tertulis dalam http://www.jawapos.com tanggal 6 Desember 2008. Pemkot Semarang segera memberlakukan kawasan bebas rokok di beberapa fasilitas umum. Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip tengah menyusun peraturan wali kota (perwali) tentang kawasan bebas rokok.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Tatik Suyarti mengatakan, pengaturan kawasan bebas rokok merupakan upaya pemkot untuk menciptakan lingkungan sehat. Dia berharap agar masyarakat, utamanya anak-anak, terlindungi dari asap rokok. “Pengaturan kawasan bebas merokok juga untuk meningkatkan kualitas udara di perkotaan,” tutur Tatik.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Hartanto, sebenarnya sudah ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan. PP tersebut mengatur tujuh kawasan tanpa rokok.
Tujuh kawasan itu adalah fasilitas umum, tempat pendidikan, tempat kerja, tempat ibadah, sarana kesehatan, arena bermain anak, dan angkutan umum. Saat ini ada 22 kabupaten/kota di Jateng yang telah mendeklarasikan dukungan terhadap terwujudnya kawasan bebas rokok.
Bagaimana dengan daerah yang lain?
Lahir di kota kecil tapi terkenal ke seluruh dunia merupakan kebanggaan tersendiri buat saya. Tiga presiden RI berkaitan dengan kota ini. Mulai dari Presiden Pertama RI Bpk. Soekarno, kemudian Ibu Megawati hingga Bpk. SBY memiliki ikatan kasih dengannya. Blitar, kota kecil di Jawa Timur menjadi saksi hari pertama saya menghirup udara dunia.



Secondhand smoke, also know as environmental tobacco smoke (ETS), is a mixture of the smoke given off by the burning end of a cigarette, pipe or cigar and the smoke exhaled from the lungs of smokers. It is involuntarily inhaled by nonsmokers, lingers in the air hours after cigarettes have been extinguished and can cause or exacerbate a wide range of adverse health effects in children, including SIDS (Sudden Death Infant Syndrome), cancer, respiratory infections, ear infection and asthma.
Children’s exposure to secondhand smoke in Indonesia may be 43 Million.Around one-third of smokers – million people continue to smoke near children.Smoking by parents is the principal determinant of children’s exposure to secondhand smoke.
Please navigate to http://savechildfromsmokers.blogspot.com , and join this group : SAVE CHILD FROM SMOKE (Facebook Group) : working together make a smoke-free homes and smoke-free zones for all children. Dr Widodo Judarwanto, Jakarta Indonesia
tapi biasanya cuman ada peraturannya aja.. pelaksanaannya ya sama aja.
[...] [...]
Ping balik oleh Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi « nge-WP@net | 13 Maret, 2009